Primbon, Pedoman Kehidupan ala Masyarakat Jawa Primbon, Pedoman Kehidupan ala Masyarakat Jawa | .
''Selamat Datang Di Situs Paranormal Indonesia www.satriamataram.com.Pusat Gemblengan Ilmu Metafisika I Supranatural Dan Ilmu Hikmah I Ilmu Gendam I Ilmu Ghaib I Pasang Susuk I Buka Aura I Pelarisan Dagang, Serta Melayani Konsultasi Nyata Dan Gaib.!''

Primbon, Pedoman Kehidupan ala Masyarakat Jawa


iklan
Primbon, Pedoman Kehidupan ala Masyarakat Jawa >> ”Piye kabare?” tanya seorang paranormal. ”Masih gini-gini saja, Mbah,” jawab yang ditanya. ” Kamu lahirnya kan Selasa Kliwon? Kamu tidak cocok kerja di air. Kamu cocoknya jadi pedagang,” kata sang paranormal. ”Untuk jelasnya Ketik ....., kirim ke ..... dst.” Begitu kurang lebih iklan di berbagai televisi yang menawarkan jasa konsultasi nasib berdasarkan primbon. SAMPAI saat ini paling tidak ada tiga tokoh paranormal yang mengiklankan jasa konsultasi nasib berdasarkan primbon melalui media televisi. Sering ditayangkannya iklan konsultasi nasib berdasarkan primbon di teve, memperlihatkan bahwa peminat primbon cukup banyak. Kalau tidak, tentu iklan semacam akan segera menghilang, mengingat biaya pasang iklan di teve tidaklah murah. Sang paranormal terus menayangkan iklannya di teve karena berhasil memperoleh keuntungan lumayan dari kegiatan yang dilakukan.

Kecuali di televisi, sejumlah tokoh paranormal juga menawarkan jasa konsultasi nasib melalui media massa cetak. Jumlah paranormal yang menawarkan konsultasi nasib di media cetak jumlahnya lebih banyak. Umumnya, paranormal-paranormal tersebut menggunakan primbon (Jawa) sebagai pijakan dalam memberikan konsultasi nasib. Tetapi ada pula paranormal yang menggunakan cara atau pijakan lain dalam memberikan konsultasi, antara lain menggunakan tanda tangan dan tulisan pihak yang berkonsultasi, dengan teknik telepati, atau melalui penyebutan nama, alamat dan denah tempat tinggal orang yang berkonsultasi.

Munculnya fenomena sosial di atas memperlihatkan dengan jelas bahwa saat ini pamor primbon (Jawa) sedang naik daun. Bila di masa lalu primbon hanya terserak di buku-buku kuno maupun buku berbahasa Jawa, dan itupun hanya dibuka oleh kalangan terbatas, kini primbon telah merasuk ke mana-mana, termasuk ke handphone dan internet. Untuk berkonsultasi nasib berdasarkan primbon, kini orang bisa menggunakan HP dan mengakses internet. Sementara konsultasi berbasis primbon melalui media massa cetak, juga masih eksis.

Ki Joko Bodo, salah satu paranormal yang selama ini melayani jasa konsultasi lewat teve, mengatakan bahwa peminat jasa ini memamg sangat banyak. Bahkan persaingan antarparanormal untuk menawarkan jasa konsultasi primbon juga berlangsung cukup sengit, sehingga sempat ada penghentian iklan layanan paranormal di teve. ”Karena masyarakat memang benar-benar sangat mengharapkan layanan jasa ini, sebagai paranormal saya juga harus berusaha maksimal untuk memberikan layanan sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya. Yang jelas, patokan primbon sudah ada sejak ratusan tahun dan pernah menjadi pegangan para leluhur kita dalam berbagai aktivitas kehidupan,” tandas Joko Bodo di tempat tinggalnya, Istana Wong Sinting di kawasan Lubang Buaya Jakarta Timur.

Di KR, nama Mbah Kalam cukup kesohor sebagai konsultan peringatan hari kematian berdasarkan primbon. Dalam berbagai pameran pembangunan maupun pameran pers, mbah Kalam selalu ikut dihadirkan bersama KR dan sukses mendulang banyak peminat untuk bertanya maupun berkonsultasi.

***

SUDAH sejak lama primbon diminati banyak orang. Ketika primbon masih ditulis dengan huruf Jawa, boleh jadi hanya terbatas warga masyarakat yang berksempatan membaca. Primbon berhuruf Jawa jumlahnya terbatas dan hanya tersimpan di perpustakaan maupun tempat kediaman priyayi luhur. Tetapi ketika buku primbon telah ditransliterasi (dialihaksarakan) ke dalam huruf Latin dan dimassalkan dengan teknologi percetakan, semakin banyak orang berkesempatan membaca primbon.

Bahwa buku primbon yang telah dicetak selalu menarik perhatian khalayak ramai, bisa diketahui dari seri cetakannya. Sebagai gambaran, ada buku Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (254 halaman) yang dihimpun oleh R Soemodidjojo dan dikeluarkan oleh Penerbit Soemodidjojo Mahadewa Yogyakarta pada th 1993 saja sudah mengalami cetak ulang ke-52. Primbon Ajimantrawara, Yogabrata dan Rajah Yogamantra yang diterbitkan oleh penerbit yang sama pada tahun 1994 juga telah dicetak ulang ke-16. Sementara buku primbon kelanjutan Betaljemur Adammakna, yakni Lukmanakim Adammakna (1990) telah mengalami cetak ulang ke-5 dan Atassadhur Adammakna (1990) mengalami cetak ulang ke-4. Padahal berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak percetakan, sekali cetak bisa di atas lima ribu eksemplar.

Berdasarkan informasi, buku primbon tidak hanya diminati oleh masyarakat di Jateng, Jatim dan DIY. tetapi orang-orang Jawa yang ada di kota-kota besar di seluruh Indonesia, khususnya Jakarta, banyak yang tertarik membaca primbon. Orang Jawa di luar Jawa, khususnya di Sumatera dan Kalimantan, juga masih banyak yang tertarik pada primbon.

Banyak orang masih tertarik membaca primbon karena ingin mengetahui langsung pedoman-pedoman kehidupan ala tradisi Jawa yang selama ini hanya mereka peroleh secara lisan dari para pinisepuh (leluhur). Hal-ihwal yang ingin mereka ketahui antara lain menyangkut penentuan hari, tanggal, bulan dan waktu yang baik untuk berbagai keperluan, seperti perkawinan, pendirian rumah, memulai usaha dan penyelenggaraan upacara tradisi. Juga untuk keperluan penentuan peringatan (pengetan) terhadap orang yang telah meninggal dunia, syarat-syarat dan rangkaian upacara pendirian rumah, jenis-jenis sesaji yang diperlukan untuk keperluan tertentu, profesi atau pekerjaan yang cocok. Juga upaya mendatangkan berkah bagi seseorang berdasarkan hari lahir, watak manusia berdasarkan hari kelahiran, kepribadian wanita berdasarkan ciri-ciri fisik (katuranggan), perbintangan, hari baik untuk mencari rezeki, dan sebagainya.

Banyaknya pengetahuan yang termuat dalam primbon, dan ternyata pengetahuan tersebut masih banyak yang mempercayai serta mempraktikkannya. Hal itu menunjukkan bahwa primbon merupakan wahana pewarisan nilai-nilai budaya Jawa. Buku primbon telah menjadi wahana penyebaran-persebaran budaya Jawa dalam arti yang sesungguhnya. Secara diam-diam, primbon telah menyebarluaskan budaya Jawa dalam lingkup yang tak terbatas. Saat ini, dengan dukungan HP dan internet, jangkauan penyebarluasan budaya Jawa berdasarkan primbon telah bersifat global.

***

PRIMBON selama ini termasuk khazanah budaya Jawa yang hanya dipandang dengan sebelah mata, sehingga boleh dibilang agak marjinal. Karena pengaruh pendidikan Barat yang rasionalistik, banyak pihak menganjurkan untuk tidak mempercayai primbon begitu saja. Pesan yang sering dikemukakan oleh banyak pihak dalam menyikapi primbon adalah boleh percaya boleh tidak. Bahkan, dewasa ini makin banyak pihak yang menganggap primbon sebagai sumber informasi budaya yang banyak unsur takhayulnya.
Tentu saja anggapan bahwa primbon banyak berisi hal-hal yang bersifat takhayul, tidak benar sepenuhnya. Sebagai sebuah warisan budaya peninggalan leluhur primbon tak luput dari kekurangan. Hal itu wajar-wajar saja, mengingat apa saja yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna. Manusia saja tidak ada yang sempurna, apalagi primbon, sesuatu yang dihadilkan oleh manusia di masa lalu.

Disebutkan oleh Ensiklopedi Umum (1986), bahwa primbon adalah kitab atau daftar perhitungan nujum, antara lain memuat perhitungan hari-hari yang baik dan yang buruk untuk mengerjakan sesuatu. Buku perhitungan semacam ini ada di seluruh daerah di Indonesia. Sedangkan Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) menyebut primbon sebagai kitab yang berisi ramalan dan  perhitungan hari naas dsb. Dari dua pemahaman itu saja sudah jelas bahwa primbon dikesankan kental nuansa takhayulnya, yakni dengan adanya kata nujum dan ramalan. Wajar bila masyarakat cenderung memandang primbon dengan sebelah mata, bahkan ada pihak yang sampai mengharamkannya.

Mengapa warisan budaya yang berisi banyak hal tersebut disebut primbon? Budayawan Jawa RS Subalidinata menduga bahwa kata ‘primbon’ berasal dari kata dasar imbu yang diberi awalan pari atau per  dan akhiran an.(pari/per-imbu-an). Imbu berarti simpan atau peram. Sehingga parimbon, perimbon atau primbon berarti sesuatu yang disimpan. Atau dapat juga diartikan sebagai tempat simpan-menyimpan. Dan tempat itu berupa kitab atau buku. Materi yang disimpan di dalam kitab tentu saja informasi-informasi dan pengetahuan-pengetahuan penting yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Karena pada mulanya berbagai informasi dan pengetahuan itu bersifat lisan, maka kemudian dituangkan dalam catatan-catatan lepas agar tidak musnah ditelah jaman.

Tampillah kemudian buku primbon sebagai sebuah kumpulan atau kompilasi catatan tertulis. Hal ini merupakan bukti otentik berkembangnya tradisi literer masyarakat Jawa. Berbagai informasi dan pengetahuan budaya yang semula bersifat lisan dan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berabad-abad, oleh mereka yang melek huruf dituangkan dalam tulisan-tulisan lepas yang selanjutnya dijadikan kumpulan tulisan. Dengan cara ini proses pewarisan catatan-catatan tadi mampu melampaui kurun waktu panjang. Informasi yang termuat menjadi terhindar dari distorsi dan penyimpangan.

Budayawan Jawa R Tanoyo sendiri dalam Primbon Djawa Pawukon (1962) dan Primbon Sabda Pudjangga (1968) secara terus terang mengatakan bahwa primbon memuat hal-hal yang dianggap gugon tuhon (takhayul), paling tidak oleh kaum muda di zaman sekarang. Tetapi sejatinya anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Memang ada hal-hal yang tampak sebagai gugon-tuhon, tetapi banyak pula pengetahuan yang termuat dalam primbon dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Masyarakat yang semakin tinggi pengetahuan dan banyak pengalamannya dituntut untuk arif memilah-milah mana yang cenderung takhayul dan mana yang rasional.                   
(Sarworo Sp/Joko Budhiarto)-s
 Sumber : Kedaulatan Rakyat, 14/10/2008

Terima kasih telah membaca artikel Primbon, Pedoman Kehidupan ala Masyarakat Jawa.Silahkan baca artikel . tentang yang lainya pada kotak pencarian dibawah ini!
Loading

Comment With Facebook!

Rating: 5
Pikpak 9 out of 10 based on 24 ratings. 5 user reviews.

border
..:: Raja Gendam Jalanan ::..
..:: Belajar Ilmu Gendam Online ::..
..:: Ilmu Pesugihan Putih Tanpa Tumbal ::..
..:: Kapsul Buka Aura Wajah ::..
..:: pasang susuk pengasihan Jarak Jauh ::..
..:: Tasbih Karomah Kayu Bertuah ::..
..:: Rahasia Kuat Di Ranjang ::..
..:: Pengobatan Stroke ::..
..:: Jual Obat Sipilis Raja Singa Super ::..
..:: IndoMetafisika Portal Spiritual Dan Supranatural ::..
..:: Ilmu Pelet Pengasihan Tingkat Tinggi ::..
..:: Cara Gendam Orang Jabat Tangan ::..
..:: Mantra Gendam Birahi Wahyu Agung ::..
border

Back to TOP